Terima kasih untuk semuanya, rekan-rekan Fahimtum

Walau tanpa kehadiran Captain Hafizh, agenda rutinitas pekan ini tetap bisa berjalan dengan baik. Kompetisi internal minisoccer kita justru terasa jauh lebih serius dibanding sparring melawan tim luar. Seperti kata Bang Alex:
main internal rasa sparring, giliran sparring rasa latihan.
Dan pagi ini, kalimat itu terasa nyata.

Meski tim putih harus menerima kekalahan, saya tetap bersyukur agenda kebersamaan ini bisa berjalan sebagaimana mestinya. Ada persaingan, ada emosi, dan suasana yang sangat kompetitif. Itulah rasa yang kita cari bukan sekadar main bola, tapi proses bertumbuh bersama.

Setelah sekian lama, akhirnya tim hitam kembali merumpun sebagai juara. Selamat!
Apresiasi khusus untuk Faisal yang biasanya underperform, tapi hari ini tampil sangat menyala. Perjuangan yang dijalani terus-menerus, meski lama belum terlihat hasilnya, akhirnya tetap berdampak juga. Pelajaran penting hari ini: usaha yang konsisten tidak pernah benar-benar sia-sia.

Untuk tim runner-up, yang selama ini sering “digendong” Dafin 😂, selamat atas peringkat dua. Tetap solid dan terus berbenah.
Dan untuk tim putih, sang juara bertahan: silakan berusaha lagi di kompetisi selanjutnya. Hari ini mengingatkan kita bahwa mempertahankan jauh lebih sulit daripada memenangkan. Konsistensi adalah kunci.

Di setiap pekan, selalu ada pemain yang tampil sangat baik, dan ada juga yang belum maksimal. Semua kembali ke kesiapan masing-masing fisik, mental, dan niat datang ke lapangan.

Terima kasih untuk hari ini, semuanya.
Masih ada satu pekan lagi sebelum kita libur selama bulan puasa. Nikmati prosesnya, jaga kebersamaan, dan tetap sehat.

Salam,
orang yang katanya selalu bikin rusuh,
Min Ghan Fahimtum 😄


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *