Kebahagiaan yang Tidak Masuk Laporan Keuangan

Tanpa terasa, sebuah perjalanan sudah memasuki tahun keenam.


Enam tahun bukan waktu yang pendek. Ada banyak cerita di dalamnya. Banyak energi yang tercurah, banyak keputusan yang harus diambil, dan banyak langkah kecil yang jika dilihat satu per satu mungkin terasa biasa saja, namun jika ditoleh ke belakang, ternyata sudah membentuk perjalanan yang panjang.


Membangun sesuatu yang bernilai memang tidak pernah benar-benar ringan.


Enam tahun ini mengajarkan banyak hal. Salah satunya tentang energi yang sering tidak kita sadari.


Dalam perjalanan organisasi, energi sering tercurah ke banyak arah. Diskusi yang panjang, perbedaan pandangan yang harus dijembatani, tanggung jawab yang tidak selalu terlihat dari luar. Semua dijalani karena ada keyakinan bahwa apa yang sedang dikerjakan membawa manfaat yang lebih besar.


Namun di tengah semua itu, ada satu hal yang sering luput: betapa besar energi yang sebenarnya sedang kita keluarkan.


Perjuangan memang sering meminta lebih banyak tenaga daripada yang kita bayangkan.


Di tengah kesibukan itu, ada satu pertemuan sederhana dengan seorang kawan lama. Tidak ada agenda besar. Tidak ada pembahasan proyek. Tidak ada target yang harus dicapai.


Hanya duduk bersama. Mengobrol ringan. Tertawa seperti dulu.


Anehnya, dari pertemuan yang tampak sederhana itu justru muncul energi baru.


Tidak ada uang yang berpindah tangan. Tidak ada keuntungan yang dihitung. Tidak ada angka yang bisa dicatat dalam laporan apa pun.


Namun hati terasa jauh lebih ringan.


Di situ saya menyadari sesuatu yang sederhana: ternyata ada kebahagiaan yang tidak bisa dihitung dengan angka.


Dari pertemuan singkat itu muncul pemahaman lain.


Dalam hidup, sebenarnya ada dua jenis energi. Ada tempat di mana kita memberi energi tempat kita bekerja, memikirkan banyak hal, dan memikul tanggung jawab.


Namun ada juga tempat di mana kita mengisi kembali energi itu.


Keduanya sama penting.


Tanpa tempat untuk mengisi, perjuangan yang awalnya terasa bermakna bisa berubah menjadi terlalu berat.


Ada banyak hal berharga dalam hidup yang tidak pernah masuk dalam laporan keuangan. Tawa dengan teman lama. Rasa lega setelah berbagi cerita. Energi yang kembali tanpa kita sadari.


Hal-hal seperti itu tidak pernah muncul dalam neraca. Tidak tercatat sebagai aset. Tidak dihitung sebagai keuntungan.


Namun justru sering menjadi bahan bakar untuk terus melangkah.


Dalam perjalanan hidup, tidak semua yang berharga bisa dihitung.


Ada kebahagiaan yang tidak pernah masuk laporan keuangan,
tapi justru menjadi energi untuk melanjutkan perjuangan.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *